Rabu, 01 Juni 2016

Ada Apa dengan 5 Tahun?

Hola gaes, numpang curhat yak #eh hahaha

Apa?
Iya iya, judul postingan ini dibuat bukan karena sekarang lagi rame AADC 2 kok. Tapi emang lagi bertanya-tanya aja soal 5 tahun. Kaitannya dengan suatu hubungan sih.

Jadi gini, berdasarkan pengalaman beberapa teman yang gue tau, entah kebetulan apa gimana tapi hubungan mereka berakhir di 5 tahun. Alasannya emang beda-beda sih, ada yang ngerasa udah nggak ada feeling, nggak tahan sama masalah yang sama dan terjadi berulang kali diantara mereka, sampai sampai karena diselingkuhin. Yang jelas hubungan mereka berakhir di 5 tahun.

Jadi berasa kayak start up company ya, katanya 5 tahun pertama itu adalah masa-masa perjuangan banget. Kondisi di mana itu perusahaan lagi berusaha membangun fondasi dan sistem yang baik, berjuang menstabilkan ekonomi perusahaan yang naik-turun, mengatasi rasa jenuh menghadapi kesulitan (yang mungkin sama) dalam perjuangan, dan hal-hal luar biasa lainnya yang cukup rodi untuk dilakukan.

Apa itu juga yang dialami dalam hubungan yang berumur 5 tahun?
Hmm, sejujurnya gue nggak tau. Karena gue belom pernah punya pengalaman pacaran selama 5 tahun. Hahaha. Tapi mungkin nanti jadi notice kali ya kalo gue ngalamin sendiri, jadi lebih berhati-hati aja supaya jangan sampai udahan. Lumayan kali 5 tahun, bukan waktu yang sebentar untuk dilewati sama-sama kan. Sayang banget kalo harus berakhir.

Gue pribadi termasuk orang yang berusaha banget menjaga sebuah hubungan. Maksudnya bukan hubungan berpacaran aja lho ya, tapi juga dalam berteman, hubungan sama klien, keluarga, dan semuanya. Apalagi pacaran kan, entah kenapa gue selalu menganggap bahwa pacaran itu adalah simulasi kehidupan rumah tangga yang sebenarnya. Belajar berkomitmen sebelum beneran memasuki sebuah hubungan yang nggak mengenal kata "akhir". Belajar untuk terus berjuang sama-sama ngadepin masalah, saling mendukung dan mendoakan, mencoba melakukan hal baru supaya nggak jenuh, evaluasi hubungan dan instrospeksi diri secara berkala, mau kerjasama mengisi wadah aku-kita-kamu, dan sekian banyak hal lainnya yang memang perlu effort yang lumayan supaya hubungan bisa terus dipertahankan.

Ah, berteori memang gampang yak. Hahaha
Ya entahlah, setiap orang kan memang punya pengalaman masing-masing. Gue lagi mencoba (dengan sotoynya) menganalisis, menarik kesimpulan, dan belajar dari pengalaman orang lain aja. Dengan harapan, kalau suatu hari nanti gue mengalaminya, gue bisa mengatasinya dengan lebih baik :)

Itulah kenapa perlu pemahaman yang benar tentang komitmen, dan juga tentang tujuan berpacaran. Supaya nggak gampang ngibarin bendera putih alias nyerah, tapi justru ngibarin janur kuning nantinya #tsah hahaha. Ya intinya begitu deh pokoknya, penting banget yang namanya kedewasaan baik secara rohani dan psikologis. Sering sering tanya Tuhan supaya dikasih hikmat dalam bertindak.

Okeh gaes, itu dulu ya curhatnya.
Mata udah kriyep-kriyep banget -_-
See you later! GBU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo ayo, silakan dikomentari :D