Sampai juga di hari ini, hari terakhir 2022.
Satu tahun lagi, Tuhan sudah pelihara.
Saat blog ini ditulis, mas Adit lagi di gereja untuk latihan musik dan ibadah tutup tahun. Dan aku lagi di apartemen, download file dari Drive UI sekaligus mencoba merangkum berbagai kebaikan Tuhan di tahun ini melalui tulisan.
Ya, Tuhan Yesus sungguh amat baik.
Ada banyaaaaaakkk banget kejadian di tahun ini, yang menjadi bukti kebaikan dan kebesaran Tuhan buat aku. Tahun ini merupakan salah satu tahun paling berkesan dalam hidupku, salah satunya karena di tahun ini ada banyak perubahan fase kehidupan yang aku alami.
Maret 2022 aku menikah. Sampai hari ini masih terlalu bersyukur kepada Tuhan atas pernikahan kami. Terasa banget banget banget campur tangan Tuhan dari mulai persiapan pernikahan, sampai hari H. Dari mulai PDKT, pacaran, dan berumahtangga sampai hari ini. Semuanya, yes literally SEMUANYA Tuhan sertai.
Tuhan yang cukupkan setiap kebutuhan kami. Tuhan nggak biarkan kami kekurangan. Bahkan Tuhan berikan sukacita dan damai sejahtera dalam segala keadaan yang kami alami. Secara finansial, bisa dibilang kami kembali menata ulang keadaan kami. Setelah tabungan yang terpakai untuk biaya menikah, kami benar-benar memulai semuanya dari nol lagi. Berusaha menabung lagi dari awal, sekaligus masa adaptasi dengan pengeluaran rumah tangga yang tentunya jauh berbeda kalau dibandingkan dengan masa single dulu.
Tapi puji Tuhan, di tengah semuanya itu Tuhan tetap cukupkan. Kami masih bisa makan setiap hari, kami masih diberikan kesempatan untuk bisa bantu keluarga, termasuk salah satunya kemarin baru aja ajak keluarga staycation di hotel & dinner bareng. Kalau bukan karena berkat Tuhan, rasa-rasanya nggak akan mungkin itu bisa terjadi :')
September 2022, pertama kalinya aku mengetahui ada seorang manusia kecil yang Tuhan percayakan di dalam perutku. Rasanya masih nggak percaya Tuhan berikan kesempatan itu. Waktu cek ke dokter, ternyata usia kandunganku sudah 5 minggu. Dan tepat saat tulisan ini dibuat, si dedek kecil sudah berusia 19 minggu 5 hari di dalam perut, dan Senin besok akan genap 5 bulan.
Satu hal yang aku dan mas Adit percaya dan doakan, bahwa Tuhan akan memberikan kami keturunan ketika Tuhan merasa bahwa kami sudah siap. Nggak ada yang tahu kapan waktunya Tuhan, tapi ketika Tuhan menghadirkan anak ini di dalam perutku, di situlah kami tahu bahwa menurut Tuhan kami sudah siap. Sudah siap untuk memulai perjalanan dan pembelajaran menjadi orang tua, yang mungkin nggak selalu mudah, tapi Tuhan pasti mampukan.
Minggu lalu aku sempat flek, puji Tuhan hanya sedikit dan setelah USG kata dokter semua baik-baik aja. Hanya memang karena posisi ari-arinya lagi di bawah, jadi rentan untuk flek. Jadilah aku diopname 1 malam, supaya bener-bener istirahat. Puji Tuhan besoknya udah boleh pulang sama dokter, dan lanjut istirahat di rumah.
Melalui kejadian itu, aku belajar banyak. Siang itu jujur aku begitu takut, takut dedek kenapa-kenapa. Cuma bisa doa dan minta Tuhan berikan ketenangan. Sambil usap-usap dedek dan bilang, dedek pasti baik-baik aja, Tuhan pasti jaga. Dan di situ Tuhan benar-benar berikan ketenangan, sampai akhirnya sampai di RS dan dicek semua sama dokter, semuanya aman.
Waktu di RS juga mama Elisa, Gaby, Karen, dan mama Santi jenguk. Membuat aku kembali menyadari bahwa bagaimana pun keadaanku, Tuhan menempatkan keluarga yang sangat mengasihi aku, memperhatikan aku, dan bahkan mendoakanku. Mengetahui fakta itu, jadi salah satu berkat terindah yang aku syukuri sama Tuhan.
Malamnya saat aku kembali ke rumah, waktu mas udah tidur pules di sebelahku, aku jadi terharu sendiri dan berterima kasih kepada Tuhan atas keberadaan seorang mas. Sejak aku hamil, aku merasa banget mas sangat memperhatikan dan banyak membantu aku. Dari mulai mual tiba-tiba, jalan harus pelan-pelan, dan nggak bisa melakukan pekerjaan rumah tangga sebanyak sebelumnya.
Tapi mas nggak pernah merasa terbeban dengan itu semua, justru sering banget dia bilang "Kalo butuh bantuan, minta tolong sama aku. Bilang aja ya kalau mau aku bantu." Waktu aku diopname kemarin juga mas tetep mau nginep di RS nungguin aku, walaupun aku bilang gapapa kalo mas mau pulang istirahat di apartemen, karena kan aku nggak sakit, daripada di RS tempat buat mas tidur juga nggak nyaman. Tapi mas nggak mau, katanya nggak akan tega ninggalin aku sendirian. Dan akhirnya mas nginep di RS, tidur di bangku panjang dengan seadanya, dan selalu standby kalo aku butuh apa-apa.
Ngeliatin mukanya mas pas lagi tidur, sering bikin aku nangis sendiri karena terharu. Wahahahaha. Sebaik itu Tuhan sama aku, ngasih suami sebaik itu. Se-happy itu aku bisa nikah sama mas, bukan cuma sebagai partner, tapi juga sebagai kepala rumah tanggaku yang sangat mengasihi aku. Lha pas nulis ini aja aku nangis lagi, wahahahahaha. Bener-bener sebersyukur itu sama Tuhan.
Dan tentu sajaaaa ...
Sangat sangat bersyukur akan keberadaan dedek kecil di dalam perutku ini. Aku kemarin sempat minta maaf sama dedek, karena flek mungkin aku kecapean kata dokter. Aku minta maaf karena aku merasa bersalah nggak perhatian sama dedek. Aku tetep melakukan aktivitasku sesibuk dan sepadat itu, tanpa memikirkan apakah keadaan dedek oke nggak ya kalau aku begini atau begitu. Aku bersyukur Tuhan berikan aku anak yang kuat, sehat, dan aktif sampai hari ini. Udah mulai berasa dedek nendang-nendang di dalam perutku yang makin bulat. Lucuuuuuu bangeeeeettt :')
Dan di saat itulah aku juga berjanji sama dedek, kalo aku akan berusaha lebih baik lagi untuk jaga dedek, untuk lebih memperhatikan dedek dan nggak semau aku sendiri. Mungkin ini ya yang dibilang proses menjadi seorang ibu, yang belajar untuk mengesampingkan egonya sendiri, untuk kebaikan anaknya. Yaampun dari dedek masih di perut aja Tuhan udah mulai proses-Nya buat aku ya, emang luar biasa baik Tuhan itu.
Iya, di 2022 Tuhan begitu baik. Perbuatan-Nya ajaib.
Kiranya itu semua menjadi bekal buat aku memasuki 2023. Aku nggak tahu apa aja yang akan terjadi di 2023, tapi aku mau terus ingat kebaikan demi kebaikan Tuhan yang sudah aku terima seumur hidupku. Biar itu menjadi pengharapan buat aku dalam menghadapi berbagai sesuatu. Percaya kalau Tuhan sertai aku di hari-hari yang lalu, Tuhan pasti akan sertai juga di hari-hari ke depan.
Semangat menyambut 2023 ya Khezia.
Khezia, mas, dan dedek akan selalu diberkati, dikasihi, disertai.
AMIN!