Rabu, 08 Desember 2021

more to our story (Sidney Mohede)

I know there’s more to our story
There’s more to see than with our eyes
Sometimes this fear can feed our worries
But I know I am safe here in Your arms
Teach me to trust You with my whole life
More than just lyrics in my songs
The battle is Yours for You are for me
And You are always good and in control
This heart sings
This heart sings
It is well with my soul
It is well with my soul
For all things eternal can’t be seen
My lips will always sing Your glory
For even in the silence
I know You’re Good
This heart sings
This heart sings
It is well with my soul
It is well with my soul
I lay it down
I lay it all down
This life You gave is not my own
So I lay it down
I lay it down

Jumat, 17 September 2021

berbeda

Entah bagaimana lagi mengeluarkan setiap rasa
Berusaha memaklumi dengan segala daya
Lelah rasanya mulut ini bersuara
Seolah senasib, begitu pun dengan telinga

Setiap orang memang punya waktu dan prosesnya
Kamu dan saya mungkin berbeda
Berbeda sifat dan cara berpikirnya
Berbeda latar belakang dan pertumbuhannya
Berbeda pembelajaran dan pemaknaannya
Apa yang menurutmu benar, belum tentu dengan saya

Sebenarnya berbeda itu tak ada salahnya
Selama ada usaha untuk menghargainya
Jika tidak, akan berpotensi menjadi luka
Ingin menjauh menenangkan diri rasanya
Melepaskan agar tak bersarang di jiwa

Semoga kelak saya pun bisa
Memahami bahwa saya dengannya pun mungkin berbeda
Namun bisa menasehati dengan penuh cinta
Hingga kasih ini dapat terasa
Bahkan mengakar dan tinggal sepanjang masa

Kamu dan saya
Saya dan dia
Kita berbeda
Semoga kebesaran hati ini ada
Untuk saling menerima apa adanya

Sabtu, 15 Mei 2021

00.58 - 01.23

Malam ini pk 00.58.

Kata orang, ini sudah waktunya untuk tidur. Lantas, mengapa aku masih terjaga?

Seperti biasa, rasanya masih ada tanggung jawabku yang mengganjal, yang kalau belum kuselesaikan maka akan sulit untuk aku tidur dengan tenang. Ya, apa lagi kalau bukan WA yang belum dibalas.

Entah apakah memang semudah itu kebahagiaanku terganggu, mengingat ini adalah hari ke-4 (memasuki hari ke-5 re: hari terakhir) aku libur. Bersyukur selama 4 hari ini bisa melakukan banyak hal, mulai dari re-arrange perabotan rumah, ajak mama ke Ikea, maupun sekadar leyeh-leyeh menghabiskan waktu bersama keluarga.

Kadang aku jadi kesal sendiri, karena membaca cuplikan message WA yang muncul, hatiku jadi tidak tenang serasa dikejar-kejar. Padahal mungkin tidak ada yang mengejar, mungkin ... setidaknya sebelum aku menerima telp tiba-tiba, berarti segala sesuatu belum se-urgent itu. Tapi kenapa jadi uring-uringan begini? Apakah ini pertanda hatiku memang sudah tidak di sini?

Minggu lalu baru saja aku merasa sedikit lega, karena setidaknya aku sudah mencoba bicara dan mengungkapkan apa yang membuat sesak di dada. Puji Tuhan, mereka menanggapi dengan baik adanya semua keluh kesahku yang kalau ditulis sebanyak 14 halaman notes HP dan 1,5 jam bicara. Pilihannya pun sedang aku doakan, supaya setiap langkah yang kuambil seturut dengan apa maunya Tuhan.

Ini benar-benar bukan masa yang mudah. Bahkan aku ingat pernah berdoa kepada Tuhan, kalau boleh, aku ingin sekali men-skip bagian hidupku yang ini. Supaya cepat selesai, supaya aku tak perlu berlama-lama merasa seperti ini. Tapi itu mauku, sedangkan maunya Tuhan itu seharusnya jadi lebih penting daripada itu.

Di atas segala sesuatu, aku percaya Tuhan mengijinkanku lewat di masa ini karena ada maksudnya. Aku memang belum tau apa, tapi seperti pengalaman yang sudah-sudah, hal yang awalnya aku belum tau apa maksudnya di akhir justru membuatku bersyukur luar biasa. Ah, kalau soal surprise mah Tuhan memang jagonya.

Aku hanya bisa meminta, biar Roh Kudus yang senantiasa menjamah dan mengalirkan damai di hati. Bahkan sampai naik ke pikiran juga, supaya bisa bertindak dengan penuh hikmat dan ketenangan. Yaampun Tuhan, aku benar-benar butuh Engkau. Bisa gila sih ini kalau menghadapi ini semua sendiri.

Sampai saat ini sejujurnya belum nemu sampai ke akar kenapa bisa merasa segelisah ini. Apakah karena ini adalah sesuatu yang sudah berkali-kali terjadi, sampai akhirnya sudah terlalu 'luka' dan jadi sensitif sekali. Dan kalau sudah begini, rasanya benar-benar tak bisa sendiri. Kalau bukan karena kasih dan penyertaan Tuhan, kekuatan Tuhan, mungkin sudah menyerah sebelum hari ini.

Ya, pada akhirnya semuanya akan kembali lagi kepada kebaikan kasih-Nya.

Hidup ini semua karena kebaikan Tuhan, aku masih bernapas pun karena Tuhan. Hari-hari ini aku hanya minta satu dari Tuhan, biar Tuhan beri aku kekuatan untuk hidup dari sehari ke sehari. Biar Tuhan berikan kekuatan-Nya cukup untuk sepanjang 1 hari ini, biar Tuhan berikan sukacita-Nya cukup untuk menghadapi apapun yang terjadi hari ini. Dan biar segala sesuatu terjadi tetap seturut kehendak-Nya, yang terbaik, terutama, dan teristimewa.

Belum melihat, bukan berarti tidak ada. Suatu hari Tuhan pasti buat aku mengerti. Setidaknya, untuk belajar tetap bersyukur dan menghargai kasih Tuhan sehari demi sehari.

Amin.

Minggu, 21 Maret 2021

Cerita malam ini ...

Pk 23.34.

Mas baru aja sampai rumah, setelah tadi sempet ketemuan bentar buat ngobrolin project, makan, dan nyanyi-nyanyi sambil mas gitaran.

Terus seketika inget besok hari apa, Senin ternyata.
Hari yang kata banyak orang menakutkan dan berat untuk dijalani. Kalo buat saya, bukan kok, bukan cuma Senin, tapi kayaknya Senin sampai Sabtu jadi hari yang berat untuk dihadapi.

Kenapa?
Rasanya lagi penat banget. Capek. Winter.
Capek sama semua tanggung jawab yang nggak ada habisnya. Yang sekarang ini rasanya full banget, nggak ngasih kesempatan buat bernafas sama sekali.

Meeting tanpa henti, plus sekali-sekali (atau sering) terima omelan, didatengin anggota team untuk minta acc, MASIH ngerjain slide & manual setiap minggu, belum lagi ngurusin anggota team yang juga lagi Winter, berusaha ngebujukin biar stay.

Di rumah juga rasanya adaaaa aja.
Kalo nggak 'diceramahin' atau 'dikodein' soal nikahan, beda pendapat sama anggota keluarga. Sedangkan kalo ke Metro Permata juga somehow nggak enak rasanya ngerepotin orang terus.

Cerita sama mas udah, cerita sama Lina udah, cerita sama Tuhan juga udah beberapa kali. Tuhan yang tau pasti lah gimana seorang Khezia begitu berat bangun tidur hampir setiap pagi, dan kadang suka nangis sendiri pas di motor. Tuhan maunya Khezia ngapain sekarang ya?

Perkenanan Tuhan, cuma itu yang layak dikejar.
Kekuatan dari Tuhan, cuma itu yang bisa diharapkan.
Janji Tuhan, cuma itu yang sepantasnya dipegang.

Malam ini rasanya pengen ada di private room, berdua aja sama Tuhan. Pengen duduk tenang dengerin Dia, atau bahkan cuma senderan aja dalam pelukan-Nya. I'll always be Your little girl, right Dad?

Cuma Tuhan yang tau arti air mata yang sekarang lagi ngalir ini apa. Semua perasaan capek, nggak suka, kesel, bingung, dan lain sebagainya yang nggak bisa diungkapkan satu per satu. Mau cerita ke siapa juga kan nggak ada yang bisa selalu standby seperti Dia standby.

Semangat ya, Khezia.
Kalaupun sekarang lagi di lembah kelam, Tuhan nggak akan biarkan ada bahaya. Setiap detiknya udah dirancang sama Tuhan dengan sempurna. Ikutin aja, cari tau apa mau-Nya. Nanti pasti ada aja deh cara kreatif-Nya untuk menuntun ke jalan yang seharusnya.

Tetap kuat dan bertindak dalam kasih & anugrah-Nya.
Tetap bersyukur dalam kecukupan berkat-Nya.
Tetap berjalan bersama gandengan tangan-Nya.

Khezia udah cukup terlatih kok, bukan pertama kalinya kan ngalamin musim-musim yang berat sejenis ini. Kalau yang sebelum-sebelumnya Tuhan mampukan sampai akhirnya berlalu, yang kali ini Tuhan juga pasti mampukan melaluinya.

Sekarang mending istirahat ya, udah jam 23.53 dan besok adalah harinya Khezia kembali berkarya. Bukan untuk siapa-siapa, anggep aja ada 1 hari lagi yang Tuhan kasih untuk jadi berkat buat orang lain. Jangan ngeluh ya Khezia, Tuhan selalu ada dan menopang.

Selamat istirahat.
Tuhan beserta kita.

Kamis, 07 Januari 2021

Belum Dulu

"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

(Yesaya 55 : 8 - 9)


Baru kemarin rasanya happy banget dan yakin banget semuanya ini bakalan udahan, tapi ternyata kata Tuhan belum dulu. Siang tadi terima hasil PCR, dan ternyata hasilnya masih positif dengan value 34 (batas aman untuk nggak menularkan adalah 40). Iya, masih belum berakhir ternyata.

Kemaren malem itu Karen ke kosan tiba-tiba, ceritanya mau kasih surprise. Rasanya seneng banget ngeliat dia dateng. Adek cowok cece satu-satunya dateng, bawain McD buat cecenya. Ditambah dengan perjuangan dia kehujanan di jalan, hampir nyasar, tapi puji Tuhan bisa sampai dengan selamat dan hepi.

Rasanya pengen banget peluk, tapi ... belum bisa. Dan kemarin mikirnya "Oke, sabar Khe dikit lagi kok. Minggu ini ya udah bisa kumpul lagi kok sama mama, sama Karen, bisa untel-untelan di kasur lagi barengan sama mereka." Tapi ternyata kata Tuhan, belum dulu.

Udah seneng dan excited juga pengen bisa peluk mas. Setelah semua yang terjadi, pengen banget peluk mas yang selalu nemenin selama proses ini, bantuin ini itu, bikin hepi. Pengen bisa gandeng tangan mas lagi sambil jalan-jalan sore. Tapi ternyata kata Tuhan, belum dulu.

Sempat yakin banget, oke ini mah udahan lah ya, udah sehat ini, nggak ada gejala sama sekali juga kan. Udah bisa pulang, balik lagi ke kantor dengan segala kesibukannya. Udah bisa ke gereja, dengan segala keindahannya. Tapi itu kan kata manusia, ternyata kata Tuhan, belum dulu.

Lagi-lagi, seorang Khezia belajar untuk nurut dan ikut.
Belajar untuk tetap berharap kepada Bapa, bahwa Dia akan sertai sampai hari-hari terakhir. Perjuangan belum selesai, virusnya secara nyata masih ada di dalam. Tapi itu bukan berarti perjuangan selama 3 minggu ini sia-sia, karena buktinya dari nilai virusnya 17 sekarang udah jadi 34. Itu menunjukkan sebuah kemajuan yang sangat baik, semakin mendekati angka 40. Cuma memang, waktu setiap orang itu ya beda-beda, Khezia.

Kalo orang lain 12 hari udah bisa pulang, 2 minggu udah bisa udahan, seorang Khezia mungkin waktunya agak lama ya gapapa. Toh yang paling tau kapan waktu yang tepatnya itu kan Tuhan, bukan Khezia. Hidupnya Khezia kan punya Tuhan, jadi biarkan segala sesuatu terjadi tepat seturut yang Tuhan mau. Mau besok, lusa, minggu depan, bahkan bulan depan sekalipun, cuma Tuhan yang tau kapan waktunya yang selalu TEPAT. Nggak pernah terlambat, nggak pernah juga kecepetan.

Iya, mungkin prosesnya belum selesai.
Tuhan bilang Khezia di kamar dulu aja ya, istirahat, saat teduh, mungkin Tuhan masih mau berduaan sama Khezia. Hehehe. Iya, lagi dikasih waktu sama Tuhan buat berduaan aja sama Tuhan. Untuk denger suara Tuhan, untuk bersekutu sama Tuhan, cari tau apa yang Dia mau.

Dinikmati aja ya Khe, bener-bener tinggal sedikit lagi kok.
Nikmatin aja dulu waktu-waktu bisa full berduaan sama Tuhan, tanpa ketemu kanan kiri orang-orang lain. Sembuh mah pasti lah, udah tinggal dikit itu virusnya. Tinggal sisa-sisa aja, dihajar dikit lagi juga pasti bisa kok. Kan ada Tuhan juga bersama pasukan-Nya yang super itu, yang siap bantuin antibodi di dalam badan untuk ngelawan virus.

Khezia sudah menang kok.
Kemenangan, kesembuhan, semua sudah di tangan. Tinggal tunggu waktu-Nya aja. Jadi sabar ya, Khezia. Akan ada waktunya nanti bisa peluk orang-orang terkasih, tentunya jauh akan jadi lebih menghargai arti kebersamaan itu sendiri. Ingat, apapun yang sudah terjadi dan yang akan terjadi, nggak bisa mengubahkan bahwa Tuhan itu tetap TUHAN YANG BAIK.

Semangat, Khe!
Akan jadi cerita banget lah ini pokoknya nanti, hahahaha. Dan waktu nanti seorang Khezia menceritakan ini, pasti bakalan ketawa-ketawa deh sekaligus bersyukur, karena Tuhan selalu menyertai di masa-masa ini. Bahkan nanti jadi kesaksian buat setiap orang yang mendengar ya Khe, bahwa rancangan Tuhan itu emang bukan rancangan kita, jalan-Nya lebih tinggi dari jalan kita. You'll be fine, everything will be fine.

God bless you, Khezia.
Tuhan menyertai.