Kamis, 08 Agustus 2013

Kekhilafan dalam Kebodohan

Khilaf.
Satu kata yang sejujurnya aku tak paham benar apa artinya, hanya sering mendengar kata itu diucapkan oleh orang lain. Kukira saat ini aku khilaf. Sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan besar. Lagi-lagi, aku melakukan sesuatu tanpa berpikir dahulu, egois, hanya memandang gengsi. Lupa akan beratnya perjuanganmu. Lupa akan seberapa banyaknya air matamu. Lupa akan usaha keras yang kau lakukan untukku. Aku lupa, dan menjadi bodoh. Bodoh sekali.

Ah, merajuk lagi. Andaikan, andai saja, andai aku memiliki mesin pemutar waktu seperti yang ada dalam kisah Doraemon. Sungguh ingin kuputar waktu, menempeleng diriku sendiri sebelum melakukan hal bodoh itu agar aku tidak lupa, dan tidak berlaku bodoh. Entah apa yang akan kukatakan padamu nanti, entah bagaimana reaksimu nanti. Namun sungguh aku minta maaf, aku minta maaf atas lakuku yang bodoh dan tak tau diri. Tak sepatutnya aku melakukannya. Menyusahkanmu di awal, bahkan kini sampai akhir aku terus menyusahkanmu. Suatu hari nanti ketika aku berhasil, sungguh kau akan jadi orang pertama yang kupeluk dan kusebut dalam ucapan terima kasih. Itu janjiku, itu ikrarku!

Speechless

"I've became this one person biggest fan since back then in 48 Senior High School for she always knew exactly how to follow the nowadays style but still remember her identity as the children from heaven, a kid whose heart belong to Jesus Christ Himself. You might call me 'aji mumpung' or something I don't care but I'm just seriously proud of this one sister of mine, someone that never failed to remind me how important it is to be close and have a heart that belong to Jesus Christ. I might not perfect, but I love you dearly my dear sister, Khezia Stevi Liana God stay with us forever, Kak. :D"

-Lidya Kartika, August 8th 2013



Can't say anywords, I'm truly speechless.