Ini adalah dongeng sebelum tidur.
Sebut saja mereka adalah Galih dan Ratna.
Di suatu senja, Tuhan mempertemukan mereka berdua. Dalam harmoni nada, seketika mereka jatuh cinta. Bahkan bukan hanya terjatuh, tapi tergila-gila dimabuk cinta. Hingga suatu hari mereka harus menerima kenyataan, mereka tak bisa bersama.
Dengan penuh keterpaksaan semuanya berubah. Galih pergi meningglkan Ratna yang masih berharap keajaiban terjadi. Namun ternyata tidak. Semua hanya ilusi dan ekspektasi sia-sia. Galih pergi tanpa jejak, membiarkan Ratna semakin menggila dalam harapnya.
Bertahun-tahun hidup dengan jalannya masing-masing, takdir kembali mempertemukan mereka dalam ruang dan waktu. Sontak hal itu membuat Ratna kembali bergairah. Harapannya untuk bersama orang yang sangat ia cintai kembali ia hidupkan setelah ia kubur sedalam-dalamnya. Hasratnya kembali merona, membentuk asumsi baru akan apa yang mereka sebut takdir.
Sedangkan Galih? Entah. Sepertinya ia kembali hanya untuk bertanggungjawab atas keputusannya dahulu meninggalkan Ratna dalam sesak. Bahkan tanpa ada suatu niat untuk kembali merajut cinta. Mungkin itu yang membuat kehadirannya seolah tak pernah cukup bagi Ratna. Ia hadir tapi tak hadir. Ia ada tapi tak ada. Tak bisa digapai, tak bisa diraih.
Lantas, sampai kapan semuanya akan seperti ini?
Akankah Ratna terus-menerus memilih hidup dalam khayalan fana demi merasakan kebahagiaan yang tak pasti?
Ataukah memang pintu hati Galih telah tertutup rapat akan kisah mereka berdua dan tak sedikitpun timbul keinginan untuk membukanya kembali?
Sekali lagi, ini hanyalah sebuah dongeng sebelum tidur.
Dongeng tanpa akhir.
Kau lah yang memilih untuk segera tidur atau terus melanjutkannya dengan caramu sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ayo ayo, silakan dikomentari :D