Kamis, 19 Juni 2014

1000% bukan 100%

Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Perlu kesiapan dan kematangan mental maupun tekad. Namun bagaimana jika kamu ditunjuk menjadi seorang pemimpin, ketika kamu merasa belum pantas?

Itulah yang aku rasakan selama beberapa hari ini. Ketika dipilih oleh miss Merry dan pak Alva untuk menjadi seorang House Chief Musketeers dalam Life Camp minggu depan. Bukan hanya sekadar coach yang memimpin 10 anak, tetapi seorang House Chief akan memimpin 30 anak sekaligus dalam satu house. Apa nanti aku dapat membuat anak-anak tersebut menikmati camp? Apa nanti aku dapat memotivasi mereka hingga mereka mengalami breakthrough? Mudah? Kurasa tidak.

Ya, itu yang aku takutkan. Aku merasa bukan apa-apa, tidak sebanding dengan ketiga orang House Chief lainnya. Dua orang House Chief merupakan anggota MRCA Batch 1, sedangkan satu lagi adalah staf MRI. Lalu aku? Aku masih harus banyak belajar dan belum dapat dikatakan hebat dalam memimpin. Masih banyak sekali kekurangan yang aku miliki, tetapi mengapa miss Merry dan pak Alva memilihku? Mereka pasti memiliki alasannya kan? Entah apapun yang menjadi alasan mereka, di sisi lain aku merasa sangat bangga dan bersyukur diberikan kepercayaan untuk memangku tanggung jawab yang lebih besar. Aku sempat berpikir, mungkin melalui hal ini mereka ingin aku belajar lebih banyak untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Ya, ini memang kesempatan emas menurutku. Kesempatan untuk belajar dan praktik secara langsung.

Meskipun begitu, salah satu yang jadi kelemahanku muncul lagi. Minder. Kuakui dalam beberapa hal aku seringkali merasa minder, apalagi jika aku diperhadapkan dengan orang-orang yang kemampuannya ada di atasku. Hingga malam ini aku bercerita kepadamu dan mama mengenai hal ini. Kalian berdua sungguh menenangkan hati dengan cara tersendiri.

Kamu mengajarkanku untuk membuang rasa minder itu jauh-jauh. Mengingatkanku akan hal yang terpenting yaitu terus melakukan bagianku yang terbaik. Satu lagi, kamu bilang aku harus membuat target 1000%, bukan 100%. Karena 100% itu adalah kemampuan kita manusia, sedangkan 1000% adalah mimpi kita. Yang aku pelajari darimu, untuk berhasil aku harus berani bermimpi dan membuat target jauh melebihi kemampuanku. Melengkapi hal itu, aku harus percaya pada diriku sendiri kalau aku pasti bisa. Pasti bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan meraih targetku sebagai seorang Coach sekaligus seorang House Chief.

Sedangkan mama mengajarkanku sisi yang lain. Mama berkata bahwa dalam setiap doanya, beliau selalu meminta pada Yang Kuasa untuk membuatku menjadi seorang kepala dan membawaku terus naik. Mungkin kesempatan inilah jawaban doa mama itu, ketika aku dipercayakan hal yang lebih besar. Dan mama mengingatkanku, jika memang Tuhan yang memberiku kesempatan ini, masakan Ia tak memperlengkapiku dan membiarkanku begitu saja? Tidak mungkin. Ia pasti akan membimbingku dan memperlengkapi aku dengan hikmat, kekuatan, sukacita, dan semangat yang baru asalkan aku terus mengandalkan Dia dalam segala hal. Bersama Yesus, aku pasti bisa.

Dua hal tersebut sungguh menenangkan hati. Membuatku yakin bahwa dalam setiap langkah yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupku adalah rencana Tuhan, dan bahwa aku pasti dapat mencapai targetku jika aku terus melakukan yang terbaik. Ya, itulah yang kudapat. Sebisa mungkin akan kubuang rasa minder tersebut dan percaya pada diriku sendiri bawa aku pasti bisa, karena ada Yesus yang bersamaku.


"Pemimpin yang baik tidak berada di atas dan memberikan perintah. Pemimpin yang baik berada di sisi kita & memberikan contoh." --Merry Riana

Yes, aku akan melakukannya. Aku akan menjadi teladan dan menjadi pemimpin sekaligus rekan yang baik bagi House Musketeers nanti. SEMANGAT Khezia! Kalau Merry Riana saja bisa, maka Khezia juga PASTI BISA! Yeah!




nb:
Terima kasih kamu dan mama, both of you are my precious. Thanks God I have you both :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo ayo, silakan dikomentari :D