Minggu, 02 September 2012

kau tak mengerti, aku tak peduli

Ada berjuta-juta manusia di dunia ini, semuanya berbeda.
Tak bisa kau samakan begitu saja.
Setiap orang punya standar yang berbeda bukan?
Standar itu dibentuk dari latar belakang, budaya, keluarga, dan gaya hidup yang berbeda.
Itu yang menjadikan setiap orang unik dengan kepribadian dan keadaan yang berbeda.
Kembar sekalipun tak mungkin 100% sama.

Apalagi kita?
Jumlah kita yang tak sedikit membuat perbedaan-perbedaan itu makin nampak.
Ada yang berkulit hitam, putih, kuning.
Ada yang dari suku Jawa, Sunda, Betawi, Batak, Manado, Papua.
Ada yang kaya, cukup, kurang.
Ada yang pendiam, pemalu, cerewet, pemberani, penyabar, pemarah.
Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Saling melengkapi.

Itulah yang harusnya kita hargai, semua perbedaan itu.
Tak semestinya kita menetapkan standar yang sama di atas semua perbedaan itu.
Kenali dulu, dan pelajari bagaimana situasi dan kondisi mereka.
Tak bisa kita samakan perlakuan kita kepada satu dengan yang lain.
Bahkan pilihan kata yang sederhana pun patut kita waspadai.
Jangan sampai salah-salah malah jadi bumerang bagi kita sendiri.
Itu yang ku pelajari selama ini, bagaimana caranya menempatkan diri dan bersikap kepada orang lain.

Bagaimana denganmu?
Sudahkah kau melakukannya?
Hal-hal kecil yang demikian lupa kau perhatikan.
Kau terlalu sibuk mengurus hal-hal besar.
Tanpa sadar, hal-hal kecil tersebut sangat berisiko menghambat tiap usahamu.

Hei, coba lihat aku, dia, mereka, kita semua.
Berbeda bukan?
Tiap orang pun diberikan Tuhan kelebihan dan kekurangan dengan porsi masing-masing.
Tak bisa kau samakan standar "yang terbaik" diantara kita.
Mungkin bagiku yang terbaik itu begini, lain denganmu, lain juga dengan mereka.

Oleh karena itu, aku mohon, tolong perhatikan dan pelajari bagaimana kau harus berbicara dan bertindak.
Supaya mereka tak membicarakanmu di belakang, atau bahkan membencimu.
Kau punya ideologi sendiri, itu bagus.
Tapi terkadang kau juga harus mau menjadi bunglon yang beradaptasi untuk mencapai tujuanmu.
Tanpa ada yang kecewa, disakiti, dan rasa benci.
Tapi kalau memang kau tidak sadar juga dengan hal ini, dan tidak mau mencoba untuk belajar, itu pilihanmu.
Aku akan tetap lakukan bagianku, dengan standar "yang terbaik" yang aku punya sendiri.

Pesanku,
Teruslah maju dan hati-hati.
Aku sudah tak peduli.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ayo ayo, silakan dikomentari :D